Koleksi Kain & Baju Batik Indonesia



Friday, December 25, 2009

Jessica Alba & Adam Clayton U2 Pake Batik Indonesia

Gimana gak bangga coba? Batik Indonesia memang selalu punya pesona tersendiri. Buktinya, batik tidak hanya dikenakan oleh kita saja, orang Indonesia, tapi juga merambah hingga ke luar negeri. Lebih membanggakan lagi, ketika batik dipake oleh Public Figure. Misalnya ketika Jessica Alba, si pemeran tokoh hero yang bisa menghilang di Fantastic Four, mengenakan Baju Batik Motif Parang Rusak saat menghadiri sebuah acara red carpet mobil mewah.

Ternyata, bukan hanya Jessica Alba yang pake Batik, tapi baru-baru ini beredar kabar bahwa Basis U2, Adam Clayton juga pake Baju Motif Batik saat Konser Live di Somerville theatre Boston, 11 maret 2009. Dalam konser yang bertajuk Magnificent tersebut, Adam Clayton mengenakan kemeja batik warna coklat berlengan panjang. Bahkan video konser tersebut juga diupload di disitus resmi U2. Konser bertajuk Magnificent itu merupakan rangkaian konser U2 2009.

Cool...!! Ini seperti promosi gratis kelas bergengsi buat Batik di Indonesia bukan? Bayangkan berapa ribu atau bahkan jutaan orang yang bisa mengakses video tersebut.

Kalo pengen liat, videonya seperti apa, bisa ke link berikut ya.. http://www.youtube.com/watch?v=BIJASttky3E. Video tersebut diposting resmi oleh U2 official pada 17 Juli 2009 lalu.

Wow mantap kan?? Ayo para artis & musisi Indonesia jangan kalah juga bergaya dengan batik. Dan siapapun kita, dimanapun kita, bangga banget ya dengan dipakenya batik oleh orang-orang ternama. Maju terus perkembangan Batik Indonesia!!!

Thursday, December 24, 2009

Motif Batik Yogyakarta & Filosofinya

Berkembangnya batik sebagai sebuah trend fashion di berbagai kalangan, baik itu tua muda, hingga beragam profesi & latar belakang ekonomi, semakin meluweskan munculnya motif batik modern. Salah satu yang sering mendapat sorotan adalah motif batik dari kota Yogyakarta atau Jogjakarta. Batik Jogja atau Batik Yogya pada dasarnya merupakan batik yang memiliki corak batik dengan dasar putih. Berikut TOP 5 gambar motif batik klasik khas Yogyakarta yang sering menjadi pakem atau inspirator lahirnya batik-batik kontemporer atau batik modern.


1. MOTIF BATIK KAWUNG [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Naphtol
Digunakan : Sebagai Kain Panjang
Unsur Motif : Geometris
Makna Filosofi : Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan


2. MOTIF BATIK PARANG KUSUMO {Motif Batik Tulis}
Zat Pewarna: Naphtol
Digunakan : Sebagai kain saat tukar cincin
Unsur Motif : Parang, Mlinjon
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah



3. MOTIF BATIK TRUNTUM [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Dipakai saat pernikahan
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.



4. MOTIF BATIK TAMBAL [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai Kain Panjang
Unsur Motif : Ceplok, Parang, Meru dll
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru


5. MOTIF BATIK PAMILUTO
Zat Warna : Soga Alam
Kegunaan : Sebagai kain panjang saat pertunangan
Unsur Motif : Parang, Ceplok, Truntum dan lainnya
Filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut [tertarik].

Tentu saja tidak hanya 5 macam motif batik diatas yang masih populer hingga sekarang, karena masih ada motif sidomukti, cuwiri, ceplok kesatrian, dll, yang akan selalu menjadi ide-ide berkembangnya batik-batik kontemporer.

Source: heritageofjava.com

Monday, December 21, 2009

Pudarkah Filosofi Batik?

Maraknya minat terhadap batik dengan segala produknya, mulai dari kain batik, blus batik, kemeja batik, tas batik hingga produk-produk serba batik, serta mewabahnya kecintaan terhadap batik di berbagai kalangan, ternyata tidak membuat filofosi motif batik & asal-asul batik menjadi sepopuler batik itu sendiri. Bahkan seringkali si pemakai batik memilih batik karena asas 'keindahan' saja dan tidak paham atau mengetahui motif batik yang dipakainya.

Batik yang secara terminologi berasal kosa kata bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik sendiri merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna.Menurut Prof Dr Sujoko (Alm_, seorang pakar seni rups ITB, pernah menyampaikan, bahwa pelukis pertama Indonesia afalah perempuan Jawa yang melukis dengan canting di atas kain/ bahan tenunannya (membatik). Berarti sangat jelas, bahwa batik merupakan salah satu budaya tertua di negeri ini.

Ibu Murdijati Gardjito dari Paguyuban Pencinta Batik Sekar Jagad menjelaskan, awalnya kain batik dan motif batik yang penuh filosofis & makna, dibuat oleh para putri sultan sejak masih berupa mori, diproses, hingga menjadi kain batik siap pakai. Semuanya dikerjakan oleh para putri dibantu para abdi dalem. Maksud dibalik batik dibuat oleh perempuan Jawa pada waktu itu adalah karena dengan membatik maka bisa melatih kesabaran, ketekunan, olah rasa, dan olah karsa.

Jika dibandingkan dengan sekarang, pengerjaan batik banyak juga dikerjakan oleh kaum laki-laki, karena batik processing saat ini tidak hanya batik tulis, tapi juga cap & printing. Begitu pula dengan pemakaian motif batik tertentu yang awalnya dilarang untuk keluar kraton, tapi sekarang sering muncul dengan dipadukan desain-desain batik gaul/ batik modern. Pastinya, apresiasi yang besar terhadap batik bukan hanya dari segi keindahan & kenyaman pemakaiannya, tapi alangkah 'indahnya' jika juga dibarengi dengan cita rasa seni tinggi serta filosofi mendasar tentang batik.

Wednesday, December 16, 2009

Solo Batik Carnival Akan Ikut Festival Chingay

TEMPO Interaktif, Surakarta - Surakarta akan mengirimkan duta wisata pada Festival Chingay di Singapura, Februari tahun depan. Dalam festival berkelas internasional dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek tersebut, Surakarta akan mempersembahkan Solo Batik Carnival, sebuah pesta kostum batik yang pernah digelar di Surakarta sebanyak dua kali.

"Solo Batik Carnival menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Purnomo Subagyo, Rabu (16/12). Untuk kegiatan tersebut Surakarta telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI untuk Singapura.

Rombongan yang akan diboyong ke festival yang diselenggarakan di sirkuit formula satu itu mencapai 100 orang. Selain peserta Solo Batik Carnival yang berjumlah 60 orang, mereka akan mengajak beberapa pemangku kepentingan di bidang pariwisata, seperti pengusaha hotel, maskapai penerbangan, dan biro perjalanan dan wisata. "Selain pementasan, kita akan mengadakan kegiatan business matching," kata Purnomo.

Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha pariwisata akan mempresentasikan potensi wisata Surakarta kepada para calon konsumen dan pemangku kepentingan. Untuk rangkaian kegiatan di Singapura itu Pemerintah Kota Surakarta telah menganggarkan dana senilai Rp 500 juta, yang akan diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010.

Sedangkan Art Director Solo Batik Carnival, Bambang Suryono, mengatakan pihaknya akan segera melakukan audisi peserta yang bakal berangkat ke Singapura. "Ada ratusan kostum Solo Batik Carnival yang dimiliki oleh masyarakat," kata dia. Padahal, Surakarta hanya akan membawa 40 kostum saja.

Sedangkan kriteria penilaian terdiri dari rancangan kostum, gerak serta make up. Menurutnya, motif batik yang akan digunakan adalah motif Sekar Jagad. "Motif tersebut cukup menarik dan variatif," ungkapnya.

Hanya saja, pihaknya masih terkendala mengenai teknis pengangkutan kostum tersebut ke Singapura. "Rata-rata kostumnya besar," kata dia. Pihaknya berjanji akan mencari solusi secepatnya.

Tuesday, December 8, 2009

Ada Roti Bermotif Batik, Jumlahnya 10.000, Gratis

Hebohnya demam memakai baju batik & produk-produk batik lainnya, hingga munculnya butik online maupun offline khusus batik, rupanya membuat ide tentang batik tidak pernah habis. Misalnya saja adanya roti bermotif batik yang meraih rekor MURI. Simak info lengkapnya berikut ini:

KOMPAS.com -
Sebanyak 10 ribu roti bermotif batik dibagikan kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Festival Pangan 2009 dalam upaya memecahkan rekor MURI di Stadion Manahan Solo, Minggu (6/12).

Pembagian roti bermotif batik gratis tersebut diprakasai para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Solo dengan tujuan mempromosikan makanan khas dan mendapatkan perhatian pemerintah kota untuk memberikan kawasan kuliner permanen.

Ketua Panitia Festival Pangan Dani Christianto mengatakan, pembagian 10 ribu roti dengan berat 30 gram per buah itu disambut antusias ribuan pengunjung Stadion Manahan Solo. Kegiatan ini memecahkan rekor MURI pembagian roti batik terbanyak.

Roti yang dibagikan secara gratis itu juga ada yang berukuran 40 sentimeter kali 60 sentimeter dan satu kali dua meter sebanyak 20 buah yang dibawa keliling stadion.

"Roti motif batik berukuran besar tersebut menghabiskan sekitar 25 sak tepung terigu isi 25 kilogram per sak, 40 kg coklat, 150 kg gula, dan telur," katanya.

Kegiatan ini didukung menghabiskan dana sekitar Rp 50 juta. Diharapkan dapat mengangkat pelaku UKM kota Solo dan mendapat perhatian Pemerintah dalam mendukung pariwisata.

"Kami berharap Pemerintah Kota Solo memberikan tempat bagi wisata kuliner permanen di Solo seperti di Yogyakarta kalau mau beli oleh-oleh khas daerah itu di Patuk." kata Ayu Awiningtyas
, pelaku UKM.


Menurut dia, para pelaku UKM roti dan makan khas lain di Solo masih terpencar di beberapa lokasi. Alangkah baiknya jika pelaku UKM makanan ringan tersebut diberikan satu tempat sebagai kawasan tujuan wisata kuliner permanen di kota budaya ini.

Kawasan kuliner di Solo, memang sudah ada seperti Galabo, tetapi tempat itu khusus kuliner makanan berat, sedangkan makanan ringan belum ada.

Ribuan masyarakat Solo berdesakan memadati sekitar panggung untuk mendapatkan roti gratis dengan tiga rasa yakni coklat, strawberi dan nanas.

Arif seorang pengunjung menjelaskan Solo merupakan kota budaya yang sedang gencar mempromosikan segala potensi yang ada untuk mendukung pariwisata.

"Setiap pekan selalu ada kegiatan seperti pameran seni kerajiman, pagelaran musik tradisional dam kegiatan festival pangan ini," katanya.


Monday, December 7, 2009

Pasca Pengakuan UNESCO, Penjualan Batik Yogya Naik 30 Persen

republika.co.id, YOGYAKARTA--Pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terhadap batik sebagai warisan budaya dunia ternyata berpengaruh signifikan terhadap penjualan batik di Indonesia khususnya di Yogyakarta.

Berdasarkan data Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta, peningkatan penjualan batik di Yogyakarta pasca pengkuan UNESCO mencapai 30 persen. Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Dyah Suminar, mengatakan bahwa pasca pengakuan tersebut,batik semakin diminati oleh banyak kalangan.

“Sekarang ini pasar batik sudah mulai ramai. Tidak hanya masyarakat usia tua yang memakai batik, tetapi juga usia anak dan remaja,” katanya disela-sela pameran batik di Griya UKM Yogyakarta, Jumat (4/12).

Menurutnya, kerajinan batik di Yogyakarta sudah mulai berkembang secara positif. Jumlah pengrajin batik yang mencapai 272 unit sudah mampu mapan dan bisa berproduksi batik secara terus-menerus.

Pengrajin batik di Yogyakarta juga terus berkembang. Tidak hanya kain batik, tetapi juga muncul kerajinan lain seperti sandal batik, sepatu batik, lukisan batik.

“Pengrajin batik kini mendapatkan momentum untuk bisa berkembang pesat setelah mendapat pengakuan sebagai warisan dunia. Produk batik Yogyakarta sudah tersebar di seluruh nusantara, bahkan ke luar negeri,” tambahnya.

Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, menambahkan, sebagai daerah penghasil batik maka industri batik harus terseu dikembangkan secara kreatif. Jangan sampai batik terkesan monoton dan tidak bisa dinikmati oleh semua kalangan.

“Batik di era sekarang harus dikembangkan untuk lebih gaul, agar masyarakat usia anak hingga orang tua bisa menikmatinya untuk dipakai dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini momentum yang sangat tepat bagi pengrajin batik untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan kreatif agar kerajinan batik bisa berkembang dengan pesat di Yogyakarta.

Salah satu pedagang batik gaul, Furi Umiyati, 24, mengakui, saat ini permintaan batik meningkat. Batik gaul yang dijualnya laku keras setiap harinya.

“Sekarang ini saya bisa menjual batik gaul ini 30 unit setiap harinya. Itu belum yang pesanan. Padahal, sebelumnya hanya laku rata-rata per hari paling banyak 20 potong baju saja,” katanya. yli/taq


Wednesday, December 2, 2009

Gaya Luna Maya


Siapa yang tidak kenal Luna Maya? Wanita cantik tinggi semampai, salah satu presenter Dahsyat RCTI. Siapa juga yang mengelak jika apapun yang dikenakan Luna Maya pasti membuat model, pesinetron, presenter sekaligus pemilik usaha butik ini akan selalu membuatnya tampil cantik & menawan.

Luna Maya dengan segala gayanya rupanya amat sangat mempengaruhi industri fashion tanah air. Coba liat saja, belum seminggu Luna Maya tampil dengan gaya baju kelelawar di acara yang dipanduya, tak berapa lama, baju Model Luna Maya langsung dijual dimana-mana. Baik itu butik online maupun offline.

Begitu pula, saat Luna Maya tampil anggun dengan baju model kimono yang dipadu padan dengan legging. Wuih, spontan deh butik dengan masing-masing segmennya bisa menjadikan model kimono luna maya sebagai most wanted item.
Gaya Luna Maya memang senantiasa beda & untuk tahun 2009 ini, bisa dibilang Luna Maya sebagai salah satu ikon atau public figure yang selalu diikuti gaya berpakaiannya. Tapi sayangnya, banyak yang latah alias saltum, hanya ikut-ikutan trend gaya Luna Maya tanpa melihat proporsional tubuh masing-masing. Well, be Smart Shopper ya... :)