Koleksi Kain & Baju Batik Indonesia



Saturday, February 20, 2010

Piyu Padi Menang Lelang Mercedes-Benz C250 Ava Motif Batik


Wuiiii kerennnnn ueeyyy!! Piyu Padi menangin lelang Mercedes-Benz C250 Ava yang dibatik dengan teknik airbrush secara eksklusif oleh desainer batik Carmanita. Mobil sport motif batik itu diserahkan langsung oleh Presdir PT Mercedes-Benz Indonesia Rudi Borgenheimer di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (17/2/2010).

Saat diwawancarai Piyu Padi yang mengenakan baju kemeja batik lengan panjang itu mengungkapkan: "BAGI saya sebagai penggemar Mercy versi batik merupakan sesuatu yang sangat langka. Mobil ini memiliki sertifikat resmi dari Mercedes-Benz Indonesia terkait corak batik-nya. Mungkin di STNK-nya nanti, warnanya akan tertera sebagai batik".

Acara lelang ini memang bagian dari program 'Mercedes-Benz Tribute to Indonesia', PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta, memberikan apresiasi pada Batik sebagai salah satu aset nasional melalui sebuah karya batik yang dilukis pada sebuah kendaraan Mercedes-Benz C 250 CGI Avantgarde.


Saturday, February 6, 2010

Mengapa Wayang, Batik, dan Keris Disebut Warisan Budaya Tak Benda?

JAKARTA, KOMPAS.com--United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah meresmikan wayang, keris, dan batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Peresmian tersebut ditandai dengan serah-terima sertifikat UNESCO kepada pemerintah, Jumat (5/2/2010).

Kata tak benda atau intangibel terasa janggal jika diasosiasikan dengan wayang, keris, dan batik yang jelas-jelas terlihat wujudnya sebagai benda padat. Bahkan, Batik di Indonesia, identik dengan benda pakai seperti baju batik, atau kemeja.

Mengapa kata Tak Benda melekat pada ketiga warisan budaya itu? Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik mengatakan, yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia bukanlah wujud wayang, keris dan batik sebagai sebuah benda. Namun, dikatakan Jero, cerita-cerita, nilai-nilai filosofi dan sisi humanis yang terkandung dalam wayang, keris, dan batik itulah yang diakui sebagai sebuah warisan budaya yang patut dilestarikan.

"Lihat wayang ini, Hanoman, ada juga Arjuna, ada cerita yang luar biasa di pewayangan. Itu yang dimaksud intangible," ujarnya saat menghadiri acara serah-terima sertifikat UNESCO terhadap wayang, keris, dan batik sebagai warisan budaya di kantor Kementrian Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Jumat.

Sama halnya dengan wayang, keris dan batik juga memiliki cerita dibalik pembuatannya. Pembuatan keris dan batik membutuhkan ketekunan tinggi dengan nilai seni budaya tinggi yang dilandasi nilai-nilai spritual masyarakat yang tinggi pula. Untuk membuat keris misalnya, seorang Empu keris biasa melakukan ritual-ritual doa sebelum pembuatan. Ditambah lagi, dalam masyarakat Jawa, keris dipercaya memiliki kekuatan magis berisi roh-roh nenek moyang.

Beruntunglah Indonesia, memiliki tiga warisan budaya tak benda yang diakui dunia itu. Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga pengakuan dunia terhadap budaya kita. Karena, jika tidak, seperti yang dikatakan Menteri Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, dalam acara yang sama, ketiga warisan budaya itu bisa dicabut sertifikasinya. Jadi, masih ingin wayang, keris, dan batik Indonesia diakui sebagai warisan budaya kita? jaga, dan cintailah mereka dari sekarang.