Sunday, June 26, 2011

Putri Indonesia Hadir di Solo Batik Carnival 2011


Solo Batik Carnival hadir lagi.... Dan lagi-lagi saya ketinggalan buat nonton lagi... Secara punya usaha butik baju batik online hampir 2 tahun ini, masa belum pernah nonton sekalipun? Huhuhuhhuuuu... Okeh tahun depan I'll be right over there :)

Pagelaran yang mengusung keindahan fashion batik yang dikemas secara cantik & apik ini, sudah tidak diragukan lagi gemerlap acaranya. Untuk tahun 2011 ini, Solo Batik Carnival bertemakan 'Keajaiban Legenda Jawa' dengan ratusan peserta berbalut kostum modifikasi batik. Sebanyak 324 kostum dengan nuansa motif batik indonesia dari empat tema legenda tampil dalam acara itu. Masing-masing tema digambarkan dengan simbol-simbol. Misalnya, Ande-Ande Lumut disimbolkan dengan kepiting besar, Roro Jonggrang dengan replika Candi Prambanan, Ratu Kencono Wungu disimbolkan dengan Candi Bentar, sedangkan Ratu Pantai Selatan disimbolkan dengan kereta kencana dengan putri cantik dan anggun di dalam kereta tersebut.

Dan tahukah Anda? Yang membuat makin spesial untuk tahun ini adalah karena diselenggarakannya malam hari ditambah dengan kehadiran 4 putri indonesia dalam pagelaran megah yang kental dengan unsur batik klasik maupun batik modern tersebut. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah kehadiran Putri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Ames, yang tampil memesona berbalut kostum Kanjeng Ratu Selatan. Ia menonjol di antara deretan peserta yang berbalut kostum indah bertema Ande-ande Lumut, Roro Jonggrang, atau Ratu Kencono Wungu.

Sumber: vivanews & suara karya online

Saturday, June 25, 2011

Pebulutangkis Indonesia memakai Batik Rancangan Oscar Lawalata

Apa yang beda dari kejuaraan Djarum Indonesia Open tahun ini? Yang membuat berbeda adalah hadirnya para pebulutangkis Indonesia yang mengenakan baju batik rancangan Oscar Lawalata di acara jamuan makan malam Djarum Indonesia Open Super Series.

Secara khusus Oscar Lawalata yang pada jamuan makan malam tersebut ditemani oleh sang ibu & kakak, mengungkapkan bahwa motif batik yang dibesutnya adalah batik kudus, karena Djarum juga mempunyai binaan pengrajin batik di kota tersebut. Di tangan Oscar, batik kudus ”disulap”menjadi serangkaian busana bernapas modern yang terlihat dinamis dan praktis tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.” Tujuannya memperlihatkan bahwa batik bisa dikenakan semua orang, termasuk juga atlet.Makanya, rancangannya lebih sporty dari sisi pemotongan atau pecahan-pecahan pola dengan warna yang disesuaikan dengan karakteristik atlet itu sendiri,”jelasnya.

Pengalaman Oscar Lawalata merancang Batik bagi para atlet bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, Oscar juga pernah merancang seragam di Sea Games 2006 yang dihelat di Doha.Batik sendiri dipilih Oscar karena selain dirinya telah terbiasa mengolah kain tradisional Indonesia, seperti halnya tenun ikat bali,batik juga menjadi ”perwakilan”wajah tradisi Indonesia.

Wahhh salut deh untuk Djarum & juga Oscar Lawalata, memang kok kalo bukan kita yang terus mentradisikan batik dalam aneka kegiatan kita sendiri, lalu siapa lagi? Apakah mesti nunggu pengrajin kita dilibas toko-toko batik yang berisi batik dari negera lain, bukan dari bangsa kita sendiri?

Sumber: harian seputar indonesia online